Federasi resmi yang mewadahi petani, pelaku usaha, dan lembaga industri durian Indonesia — dibentuk atas prakarsa bersama dengan International Durian Association untuk membangun standar, teknologi, dan daya saing global.
Indonesia, yang dijuluki "Negeri Khatulistiwa", memiliki tanah yang subur, iklim tropis, dan keanekaragaman hayati yang sangat kaya. Pada tahun 2024, produksi durian Indonesia mencapai 1,96 juta ton, tumbuh 5,92% dari tahun sebelumnya, dengan proyeksi produksi tahun 2026 akan melampaui 2 juta ton. Terdapat 36 varietas unggul durian yang diakui resmi oleh pemerintah, termasuk Durian Monthong yang terkenal dengan cita rasa khasnya.
Berkat perbedaan iklim antar wilayah kepulauan, musim panen durian di Indonesia tersebar sepanjang tahun — menjadikan Indonesia satu-satunya negara di dunia dengan potensi pasokan berkelanjutan sepanjang tahun, memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan di pasar internasional, khususnya menghadapi permintaan besar dari Tiongkok.
Mengintegrasikan sumber daya seluruh rantai nilai durian Indonesia — budidaya, pengolahan, perdagangan, dan ekspor — dengan membangun standar industri dan mekanisme kolaborasi bersama, guna membawa Indonesia dari "negara sumber daya durian" menuju "pusat rantai pasok durian global", sehingga setiap petani, pelaku usaha pengolahan, dan mitra dagang turut menikmati hasil pertumbuhan industri.
Menghubungkan budidaya, pengolahan, logistik, dan perdagangan menjadi satu jaringan kolaborasi nasional.
Mendorong penerapan GAP, HACCP, ISO22000, serta membangun sistem ketertelusuran (traceability).
Membangun mekanisme kerja sama karantina dan perdagangan yang stabil, memperluas akses pasar.
Menyediakan pelatihan teknis, informasi pasar, dan akses pembiayaan bagi anggota.
Mengutamakan perlindungan lingkungan dan tanggung jawab sosial jangka panjang.
Mendorong cakupan GAP di kebun anggota, membangun kode area tanam terpadu dan sistem ketertelusuran sebagai dasar sertifikasi internasional.
Mendorong pembangunan fasilitas pembukaan buah mekanis, sortasi, pembekuan, dan gudang berpendingin sesuai standar negara tujuan ekspor.
Mendorong protokol karantina, kerja sama rantai pasok, dan fasilitasi perdagangan untuk mempermudah akses pasar luar negeri bagi anggota.
Mengalihkan fokus dari perdagangan buah segar menuju produk olahan seperti daging durian beku dan pasta durian.
Menghubungkan petani, asosiasi, lembaga uji, pengolah, pedagang, dan konsumen dalam satu sistem transparan dan tertelusur.
Terus menyediakan bimbingan teknis, informasi pasar, dan akses pembiayaan bagi pelaku usaha skala kecil-menengah.
International Durian Association (IDA) adalah organisasi nirlaba global berkantor pusat di Singapura, didirikan oleh para pakar senior dan lembaga terkemuka di industri durian. Misi IDA adalah menghubungkan petani, eksportir, dan konsumen durian di seluruh dunia, menyediakan platform kolaborasi untuk meningkatkan standar produk dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pelaku rantai nilai.
Durian Federasi Indonesia didirikan atas prakarsa bersama antara pelaku industri durian Indonesia dan IDA — sejak awal berdirinya, Federasi menjalin hubungan kerja sama strategis yang erat dengan IDA, menjadi landasan penting bagi wawasan internasional dan kemampuan Federasi dalam mengakses sumber daya global.
Dari kebun petani hingga meja konsumen dunia — kami membangun satu rantai nilai durian Indonesia yang terstandarisasi, transparan, dan berdaya saing global.Dewan Pengurus, Durian Federasi Indonesia
Berfokus pada pelayanan anggota dan pengembangan industri durian secara menyeluruh, bukan pembagian keuntungan.
Mendorong sinergi budidaya, pengolahan, distribusi, dan perdagangan untuk efisiensi menyeluruh.
Memperkuat keterhubungan dengan pasar dan mitra internasional lintas negara.
Mengutamakan perlindungan lingkungan dan tanggung jawab sosial jangka panjang.
Tinjauan industri tentang negara produsen durian dengan potensi terbesar di dunia
Pada 2024, produksi durian Indonesia mencapai 1,96 juta ton, tumbuh 5,92% dari 2023 dan mencatat rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir. Dalam tujuh tahun (2017–2024), produksi nasional tumbuh dari 795 ribu ton menjadi 1,96 juta ton, meningkat 146,7%.
Produksi ini didukung oleh sekitar 12,13 juta pohon durian berbuah yang tersebar di lebih dari 30 provinsi, terkonsentrasi di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi — Indonesia telah membentuk sistem industri durian yang benar-benar berskala nasional.
Indonesia memiliki populasi sekitar 280 juta jiwa, negara berpenduduk terbesar keempat di dunia. Konsumsi rumah tangga untuk durian pada 2024 mencapai sekitar 880 ribu ton — menjadikan pasar domestik fondasi permintaan yang kokoh, bahkan tanpa bergantung pada ekspor.
Pada 2024, ekspor durian Indonesia hanya sekitar 591 ton — kurang dari 1% dari total produksi 1,96 juta ton. Angka ini menunjukkan ruang pertumbuhan paling nyata bagi industri durian Indonesia.
| Indikator | Status 2024 | Proyeksi 2030 |
|---|---|---|
| Produksi durian | 1,96 jt ton | 2,6–3,2 jt ton |
| Pohon berbuah | 12,13 juta | 15–18 juta |
| Nilai industri | ±USD 2–3 M | USD 4–6 M |
| Volume ekspor | ±600 ton | 50.000–200.000 ton |
| Rasio pengolahan | Rendah | 15%–30% |
Rantai standar "lokasi—pembukaan mekanis—sortasi—pembekuan—ekspor" adalah arah terobosan dengan potensi skala terbesar.
Bahkan dengan pasokan setara 50.000 ton, peluang bisnis rantai pasok yang tercipta bisa mencapai puluhan triliun rupiah.
GAP, HACCP, ISO22000, dan sistem ketertelusuran akan menjadi "tiket masuk" perdagangan global.
Daging durian beku dan pasta durian memiliki ruang nilai tambah jauh lebih besar dibanding perdagangan buah segar.
Sistem rantai pasok digital yang menghubungkan petani, asosiasi, lembaga uji, pengolah, pedagang, dan konsumen.
Indonesia memiliki kapasitas produksi durian kelas "2 juta ton" yang jarang dimiliki negara lain di dunia, dan sepenuhnya layak disebut negara kaya sumber daya. Dalam lima tahun ke depan, nilai industri durian Indonesia ditentukan bukan oleh pertumbuhan volume produksi, melainkan oleh kemampuan bertransformasi dari "negara sumber daya pertanian" menjadi "pusat rantai pasok durian global" — dan inilah makna keberadaan Durian Federasi Indonesia.
Penilaian Strategis Federasi · Strategic JudgementStruktur organisasi Federasi ditetapkan melalui Keputusan Menteri Hukum RI No. AHU-0004672.AH.01.07 Tahun 2026.
Belum ada berita. Tambahkan lewat menu Posts di wp-admin.
Badan usaha di bidang pengolahan, perdagangan, dan logistik durian.
Lembaga non-profit, institusi pendidikan, dan organisasi industri.
Individu atau kelompok yang bergerak dalam budidaya durian.
Kontributor signifikan bagi perkembangan industri durian nasional.
Sistem pendaftaran anggota dan pembayaran iuran secara digital sedang dalam tahap pengembangan.
Instansi di atas adalah otoritas pemerintah yang relevan dengan industri durian Indonesia. Logo ditampilkan untuk tujuan identifikasi peran regulasi, bukan pernyataan kemitraan atau sponsorship resmi.